Sabtu, 10 Januari 2015

Sejarah Negara Kiribati

Kiribati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Republic of Kiribati
Bendera
MottoTe Mauri, Te Raoi ao Te Tabomoa
(Gilbert: "Kesehatan, Kedamaian, dan Kemakmuran")
Lagu kebangsaanTeirake Kaini Kiribati
Ibu kota Tarawa
Kota terbesar Tarawa Selatan
Bahasa resmi Inggris, Gilbert
Pemerintahan Republik
 -  Presiden Anote Tong
 -  Wakil Presiden Teima Onorio
Kemerdekaan
 -  Dari Britania Raya
12 Juli 1979 
Luas
 -  Total 811 km2 (171)
 -  Perairan (%) dapat dihiraukan
Penduduk
 -  Perkiraan 2006 92.533 (180)
 -  Sensus -
 -  Kepadatan 127/km2 (60)
PDB (KKB) Perkiraan 2005
 -  Total US$0,23 miliar (188)
 -  Per kapita US$2.537 (132)
Mata uang Dolar Australia (AUD)
Zona waktu (UTC+12, +13, +14)
 -  Musim panas (DST)  (UTC+12, +13, +14)
Ranah Internet .ki
Kode telepon 686
Republik Kiribati (bahasa Inggris: Republic of Kiribati), diucapkan /kiribas/, adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik. Ketigapuluh tiga atol negara ini tersebar sepanjang 3.500.000 km² di dekat khatulistiwa. Namanya adalah transliterasi "Gilberts", nama bahasa Inggris untuk kelompok kepulauan terbesar, Kepulauan Gilbert dalam bahasa Kiribati.

Sejarah

Kiribati dihuni sebuah kelompok etnis Mikronesia yang bertuturkan suatu jenis bahasa Oseanik yang sama selama 2.000 tahun sebelum mengadakan hubungan dengan orang-orang Eropa. Pulau-pulau tersebut dinamakan Kepulauan Gilbert pada tahun 1820 oleh seorang admiral Estonia, Adam von Krusenstern, dan kapten berkebangsaan Perancis, Louis Duperrey; berasal dari nama Thomas Gilbert, yang menyeberangi kepulauan ini pada tahun 1788. Pada tahun 1892, Kepulauan Gilbert menjadi sebuah protektorat Britania Raya bersama dengan Kepulauan Ellice yang berdekatan. Keduanya kemudian menjadi koloni pada tahun 1916 dan akhirnya menjadi daerah otonomi pada tahun 1971. Pada tahun 1943, Pertempuran Tarawa berlangsung di ibu kota Kiribati di pulau Tarawa.
Pada tahun 1978, Kepulauan Ellice menjadi negara merdeka bernama Tuvalu, dan Kiribati pun ikut merdeka pada 12 Juli 1979. Setelah kemerdekaan Kiribati, Amerika Serikat menarik segala klaim terhadap Pulau Phoenix dan semua pulau-pulau di Kepulauan Line (kecuali tiga pulau) yang kemudian menjadi wilayah Kiribati.

Politik

Parlemen Kiribati, yang disebut Maneaba ni Maungatabu dilantik setiap empat tahun sekali, dan terdiri dari 42 wakil. Maneaba juga merupakan nama yang diberikan kepada tempat-tempat pertemuan yang terdapat di setiap komunitas setempat.
Sang presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, dan dipanggil te Beretitenti.
Setiap pulau dari 21 pulau yang dihuni mempunyai sebuah dewan setempat yang mengurus masalah-masalah sehari-hari (3 dewan di Tarawa: Betio, Tarawa Selatan, Tarawa Utara).

Distrik

Saat ini tidak ada lagi pembagian menurut distrik, melainkan sebuah kelompok yang menyatukan Kepulauan Line dan Phoenix. Setiap pulau yang dihuni mempunyai Dewan Kepulauan sendiri (3 di pulau Tarawa; 2 di Tabiteuea). Sebelum merdeka, Kiribati dibagi menjadi enam distrik:
Empat dari distrik-distrik tersebut (termasuk Tarawa) berada di Kepulauan Gilbert, di mana kebanyakan populasi Kiribati tinggal. Hanya tiga pulau di Kepulauan Line yang dihuni, sementara Kepulauan Phoenix tidak berpenghuni kecuali pulau Kanton dan Orona (80 orang) dan tidak mempunyai perwakilan. Banaba sendiri kini hanya mempunyai sedikit penduduk.

Geografi

Peta Kiribati
Kiribati terdiri dari 32 atol dan satu pulau (Banaba), dengan setidaknya tiga di setiap belahan dunia. Kepulauan-kepulauannya adalah:
  • Banaba: sebuah pulau terisolasi yang terletak di antara Nauru dan Kepulauan Gilbert
  • Kepulauan Gilbert: 16 atol yang terletak sekitar 1500 km sebelah utara Fiji
  • Kepulauan Phoenix: 8 atol dan kepulauan karang yang terletak sekitar 1800 km sebelah tenggara Kepulauan Gilbert
  • Kepulauan Line: 8 atol dan satu karang, terletak sekitar 3300 km sebelah timur Kepulauan Gilbert
Tiga pulau lainnya di kepulauan Line adalah milik Amerika Serikat.
Banaba adalah sebuah pulau karang yang telah ditinggikan yang pernah kaya akan fosfat, namun semuanya telah habis ditambangkan sebelum kemerdekaan. Sisa tanah di Kiribati terdiri dari pasir dan kepulauan-kepulauan batu karang yang kecil yang terdiri dari atol atau pulau-pulau karang yang tingginya hanya beberapa meter di atas permukaan laut. Tanahnya tipis dan berkapur, sehingga sulit untuk bercocok tanam.
Kiritimati (Pulau Christmas, namun bukan Pulau Christmas yang merupakan milik Australia) di Kepulauan Line adalah atol terbesar di dunia.

Ekonomi

Beberapa dari pulau-pulau di Kiribati
Kiribati hanya mempunyai sedikit sumber daya alam. Cadangan fosfat yang bernilai komersial telah habis saat Kiribati merdeka. Kopra dan ikan kini merupakan hasil produksi dan ekspor yang dominan.
Ekonomi Kiribati telah naik-turun dengan besar dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan ekonomi dihalangi kurangnya pekerja berkeahlian tinggi, infrastruktur yang lemah, dan letaknya yang jauh dari pasar dunia.
Pariwisata menyumbangkan lebih dari seperlima produk domestik bruto Kiribati. Dana bantuan keuangan internasional, kebanyakan dari Britania Raya dan Jepang, merupakan tambahan yang penting bagi PDB-nya, setara dengan 25%-50% PDB dalam beberapa tahun terakhir.

Demografi

Penduduk Kiribati dipanggil I-Kiribati dalam bahasa Gilbert. Meskipun bahasa Inggris merupakan bahasa yang digunakan dalam konstitusi dan bidang hukum, bahasa Gilbert, bahasa asli penduduk bangsa Mikronesianya digunakan secara luas.
Perlu diperhatikan bahwa tidak ada huruf 's' dalam bahasa Gilbert; 's' digantikan 'ti'. Oleh sebab itulah Pulau Kiritimati dikenal sebagai Christmas dalam bahasa Inggris. Agama terbesar adalah agama Kristen, meski telah dicampur dengan berbagai adat-istiadat dari kepercayaan setempat. Ada pula yang menganut kepercayaan Bahá'í.

Budaya

Kebudayaan Kiribati menaruh banyak perhatian kepada lagu-lagu (te anene) dan yang paling utama, tarian (te mwaie).

Lihat pula

Pranala luar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar