Sabtu, 10 Januari 2015

Sejarah Negara Nauru

Nauru

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ripublik Naoero
Bendera
MottoGod's Will First
(Dahulukan Kehendak Tuhan)
Lagu kebangsaanNauru Bwiema
Ibu kota Yaren (de facto)[1]
Kota terbesar Distrik Yaren [2]
Bahasa resmi Nauru, Inggris
Pemerintahan Republik
 -  Presiden Frederick Pitcher
Kemerdekaan
Luas
 -  Total 21 km2 (192)
 -  Perairan (%) dapat diabaikan
Penduduk
 -  Perkiraan 2006 10.600 (192)
 -  Sensus -
 -  Kepadatan 621/km2 (9)
PDB (KKB) Perkiraan 2005
 -  Total USD 0,06 miliar (191)
 -  Per kapita USD 5.000 (103)
Mata uang Dolar Australia ([[ISO 4217|AUD]])
Zona waktu (UTC+12)
 -  Musim panas (DST)  (UTC+12)
Ranah Internet .nr
Kode telepon 674
1 Nauru adalah satu-satunya negara tanpa ibu kota resmi. Daerah pemukiman terbesar berada di Distrik Yaren.
Republik Nauru, atau sebelumnya dikenal dengan nama Pleasant Island, adalah negara berbentuk republik terkecil di dunia. Negara ini tidak memiliki ibukota resmi. Nauru terkenal dengan hasil produksi fosfatnya yang telah ditambang oleh gabungan perusahaan asing sejak 90 tahun terakhir. Tetangga terdekat Nauru adalah Kepulauan Banaba, Kiribati. Dengan 9.378 penduduk, Nauru adalah negara dengan penduduk paling sedikit kedua setelah Vatikan.
Awalnya Nauru dihuni oleh suku Mikronesia dan Polinesia. Pada akhir abad ke-19, Nauru dianeksasi oleh Kekaisaran Jerman, dan setelah Perang Dunia I Nauru menjadi mandat Liga Bangsa-Bangsa yang dikelola oleh Australia, Selandia Baru, dan Britania Raya. Selama Perang Dunia II. Nauru dijajah oleh Jepang. Ketika perang berakhir, Nauru kembali menjadi amanat (trusteeship). Nauru mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1968.
Sepanjang awal abad ke 20, Nauru menjadi "negara rente". Nauru adalah pulau fosfat, dengan cadangan yang dekat dengan permukaan, sehingga pertambangan mudah dilangsungkan. Pulau ini adalah eksportir utama fosfat sejak 1907, saat Pacific Phosphate Company memulai pertambangan disana, hingga formasi British Phosphate Commission pada 1919, dan berlanjut hingga setelah kemerdekaan Nauru. Pertambangan memberi Nauru kontrol penuh terhadap mineral di bawah Nauru Phosphate Corporation, hingga fosfat habis pada era 1980-an. Nauru, untuk periode waktu yang singkat, menikmati pendapatan perkapita tertinggi dibandingkan dengan negara berdaulat lain di dunia pada akhir 1960-an dan awal 1970-an.
Ketika fosfat mulai meninggalkan pulau ini, dan lingkungan telah rusak oleh pertambangan, perserikatan (trust) yang didirikan untuk mengelola cadangan fosfat merugi. Untuk mengumpulkan keuntungan, pemerintah mengeluarkan kebijakan tidak biasa. Pada tahun 1990-an, Nauru menjadi surga pajak dan pusat dari praktik pencucian uang. Sejak 2001 hingga 2008, Nauru mendapat bantuan dari pemerintah Australia, sementara Australia mendapat hak untuk mendirikan pusat penahanan bagi orang-orang yang mencoba untuk memasuki Australia tidak sesuai aturan di Nauru.
Sejak Desember 2005 hingga September 2006, Nauru menjadi terisolasi dari dunia luar, karena Air Nauru yang sebelumnya menjadi satu-satunya maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke Nauru, memutuskan untuk berhenti beroperasi. Satu-satunya jalan keluar dari Nauru adalah kapal laut. Maskapai penerbangan tersebut akhirnya kembali dapat beroperasi dengan nama Our Airline dibawah bantuan dana dari Republik Tiongkok. Nauru hanya memiliki sebuah bandar udara, Bandar Udara Internasional Nauru.

Etimologi

Nama "Nauru" kemungkinan berasal dari bahasa Nauru, Anáoero, yang berarti "saya pergi ke pantai". Pendatang asal Jerman menyebut pulau ini Nawodo atau Onawero.

Politik

Gedung parlemen Nauru.
Sebanyak 18 anggota parlemen terpilih pada tahun 2004. Parlemen ini kemudian bertugas memilih presiden yang menjabat sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Dalam sistem multipartai, secara informal terdapat dua partai di Nauru, yaitu Partai Demokratik (Democratic Party) dan Partai Nauru (Nauru Party).
Pada tahun 1999 dan 2003, terjadi peristiwa yang menyimpang dari aturan mekanisme pengambilan suara yang intinya memilih René Harris dan Bernard Dowiyogo sebagai pimpinan negara alternatif. Adapun Dowiyogo meninggal saat menjabat pada tanggal 10 Maret 2003 di Washington D.C. setelah menjalani operasi jantung. Ludwig Scotty yang terpilih sebagai presiden pada tanggal 29 Mei 2003 untuk melanjutkan tugas presiden sebelumnya hampir saja gagal memenangkan pemilu yang diselenggarakan pada bulan Agustus 2003 apabila Harris tidak memberikan dukungannya.
Pada tanggal 1 Oktober 2004, Scotty memberlakukan status darurat dan membubarkan parlemen yang dianggapnya gagal mengesahkan APBN. Ia lalu memenangkan pemilu yang diadakan pada bulan itu.
Pada tahun 2003, Nauru sempat memutuskan diplomasi dengan Taiwan yang telah dijalin selama 22 tahun dan berpaling kepada Republik Rakyat Tiongkok. Diplomasi dengan Taiwan kembali dijalin pada Mei 2005.

Geografi

Nauru adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Samudra Pasifik bagian selatan, 42 kilometer bawah garis khatulistiwa dan di sebelah selatan Kepulauan Marshall. Jarak dari Pulau Papua ke Nauru kira-kira sebanding dengan jarak dari Pulau Papua ke Pulau Jawa. Pulau Nauru dikelilingi oleh terumbu karang yang dapat dilihat saat surut. Terumbu karang menjadi pembatas pantai berpasir dan perairan dalam. Adanya terumbu karang menghalangi pembangunan pelabuhan, walaupun 16 saluran di karang membolehkan kapal kecil untuk dapat mengakses pulau. Jalur pesisir sepanjang 150 hingga 300 meter yang subur terletak di pedalaman dari pantai. Tebing koral mengelilingi plato di tengah Nauru, dikenal dengan nama "Topside". Titik tertinggi koral tersebut, Command Ridge, berada di ketinggian 71 meter di atas permukaan laut. Satu-satunya wilayah subur di Nauru adalah sabuk pesisir sempit, dimana kelapa tumbuh berkembang. Wilayah di sekitar Laguna Buada cocok untuk pertumbuhan pisang, nanas, pandan, dan tanaman tradisional berkayu keras, seperti kedondong laut. Populasi Nauru terkonsentrasi di sabuk pesisir dan di sekitar Laguna Buada.
Nauru sempat menjadi satu dari tiga pulau karang fosfat utama di Samudera Pasifik (lainnya adalah Banaba di Kiribati dan Makatea di Polinesia Perancis). Namun, cadangan fosfat di Nauru dihabiskan untuk pelbagai kebutuhan. Pertambangan fosfat di plato tengah meninggalkan daerah tandus dari batu kapur bergerigi yang tingginya bisa mencapai 15 meter. Pertambangan yang belangsung selama seabad telah merusak kurang lebih 80% wilayah negara. Pertambangan juga telah memengaruhi Zona Ekonomi Eksklusif, karena sekitar 40% kehidupan laut telah tebunuh oleh limpasan lumpur dan fosfat.

Distrik

Peta Nauru.
Nauru dibagi menjadi 14 distrik, yaitu:

Catatan

  1. ^ Yaren umumnya dianggap sebagai ibu kota negara secara de facto karena sebagian besar kantor pemerintahan pusat terletak di distrik ini.
  2. ^ Nauru tidak memiliki kota maupun ibu kota. PBB menggolongkan Yaren sebagai "distrik utama".

Pranala luar

 
Organisasi internasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar